Kontrak Freeport Masih Berlanjut Setelah Tahun 2021 ? Modyar Negarane…

image

Alfido.com | News (25 Juli 2014) – Hai gan, berita freeport selalu bikin kita sebagai rakyat indonesia emosi. Gimana nggak, orang kita cuma dikasih 1 persen dari royalti tambang emas dan perak terbesar di indonesia itu. Apalagi setelah 2021, Freeport yang kerjasamanya berubah nantinya jadi IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) sepertinya masih akan memperpanjang kontraknya plus meminta tambahan area penambangan.. modyar tenan!!!

image

Berikut penjelasannya dikutip dari tempo:

Perjanjian eksplorasi dan eksploitasi tambang PT Freeport Indonesia yang semula berbentuk kontrak karya akan berganti menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) setelah berakhir pada 2021. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, R. Sukhyar, di kantornya, Jumat, 26 Juli 2014.

“Hal itu diterapkan untuk mematuhi amanat UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 yang tidak lagi memperbolehkan konsesi tambang diatur dalam bentuk kontrak karya, melainkan harus dengan IUPK,” katanya.

Perbedaan paling mendasar antara kontrak karya dan IUPK, kata Sukhyar, berada pada proses perjanjian eksplorasi dan eksploitasi tambang. Pada kontrak karya, klausul perjanjian ditentukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proyek pertambangan. Sedangkan dalam IUPK, kata dia, pemerintah memiliki wewenang penuh untuk mengatur klausul dan memberikan izin kepada perusahaan pengelola tambang.

Ihwal renegosiasi kontrak Freeport yang sedang berlangsung saat ini, Sukhyar memastikan bahwa proses masih berlangsung dan belum ada penandatanganan perjanjian apa pun.

“Peraturan Menteri Keuangan belum diteken, sehingga Kementerian ESDM dan Freeport tidak menghasilkan perjanjian apapun seperti kabar yang beredar terakhir,” ujarnya.

Selain itu, Freeport juga diminta membayarkan royalti hasil tambang emas sebesar 3,75 persen dari semula 1 persen. Sedangkan royalti hasil tambang perak menjadi 3 persen dari semula 1 persen. Ihwal tembaga, pemerintah meminta royaltinya naik 1 persen menjadi 4 persen.

“Dalam proses renegosiasi, Freeport juga mengajukan luas lahan eksploitasi menjadi 10 ribu hektare dan luas lahan penunjang 117 ribu hektare,” tutur Sukhyar.

Posted by Alfido
Email: alfido@ymail.com
Google+: +Alfido Listiawan
Twitter: @alfido30

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*