Dituduh nyuri motor, Anak Tentara dihajar Polisi, dilakban, dan dipukuli

image

Alfido.com | News (20 Sept 2014) – Hai gan.. Caesar Alif Arya Pradana (15 tahun) siswa sekolah SMP 4 Salatiga mendapat perlakuan kekerasan oleh oknum Polisi bernama Odet dan Pak Toha. Alif dituduh melakukan pencurian sepeda motor dan digelandang ke mobil polisi saat jam pelajaran berlangsung.

Baca Juga:
[archives limit=7]

Alif setelah itu dibawa di daerah perkebunan karet di daerah Pabelan, Semarang dan digojlok disana. Alif tetap bertahan karena dia jujur gak melakukan pencurian sepeda motor.

“Saya bertahan tidak mengakui karena memang saya tidak pernah melakukannya. Saya dipukuli dan dibawa ke kebun karet, saya dituduh ikut mencuri motor,” tutur Alif Arya Pradana didampingi ayahnya di RS DKT Salatiga, Jumat (19/9) Diceritakannya, dirinya diambil di sekolah pada Kamis (18/9) sekitar pukul 07.00 ketika mengikuti pelajaran. Setelah diinterogasi sekitar pukul 09.00 dirinya dibawa keempat oknum polisi tersebut kembali ke sekolah dan dengan kondisi yang tidak enak badan mengikuti pelajaran di kelas.

“Salah satunya yang memukul saya di dalam mobil itu Edot dan Pak Toha. Selama di dalam mobil, saya dipukul menggunakan sandal dan tangan untuk mengakui perbuatan yang tak pernah saya lakukan,”

Ayah Alif, Kapten Giyarno mengungkapkan dirinya kaget, anaknya merasa pusing dan mual lantaran diduga karena dihajar empat oknum
polisi tersebut karena dituduh ikut mencuri motor.

“Saya kaget kemudian membawa anak saya ke rumah sakit DKT untuk mengecek kesehatannya. Saya tidak terima dan harus diproses secara hukum yang berlaku. Tindakan ini sudah sewenang-wenang,” tandas Kapten Giyarno ditemui wartawan, Jumat (19/9

/2014)

Wakapolres Salatiga, Kompol Yunaldi mengungkapkan kesalahan memang berada di anggota kepolisian Salatiga. Proses penangkapan sudah prosedural tetapi cara interogasi yang salah karena dengan kekerasan dan itu gaya lama.

“Anggota kami yang melakukan kesalahan sudah diproses dan ditangani provost,” tandas wakapolres,

Tentunya hal ini menjadi pembelajaran khusus buat kita semua. Jangan sampai menghakimi orang yang gak salah sama sekali. Apalagi menghukum memukuli anak SMP yang masih dibawah umur.

Kenapa koruptor nggak pernah dipukuli? Bukannya koruptor sudah jelas tersangka?

Apalagi hal ini sampai menyangkut ayah korban yang merupakan kapten yang tengah berdinas di satuan Detasemen Perbekalan Dan Angkutan (Den Bekang) Salatiga, bagian Logistik.

Dan tentunya Alif sangat shock atas kejadian tersebut. Selamanya Alif gak akan pernah percaya lagi yang namanya Polisi.

Ditulis oleh Alfido
Email: alfido@ymail.com
Google+: +Alfido Listiawan
Instagram: @alfido
Twitter: @alfido30

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*