Durhaka, seorang anak tuntut orang tuanya Rp. 1 Milliar karena sengketa tanah

image

Alfido.com | News (24 Sept 2014) – Hai gan.. Sungguh kasihan nasib Bu Fatimah (90 tahun).. Nenek warga RT Jalan KH Hasyim Asyari, RT 02/01 no 11, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Di ujung umurnya, beliau malah dituntut Rp.1 Milliar ke PN (Pengadilan Negeri) Tangerang oleh anak dan menantunya sendiri bernama Nurhana dan suaminya bernama Nurhakim. Berikut kronologinya yang saya kutip dari Viva dan liputan6:

Selain gugatan materil sebesar Rp 1 miliar sebagai ganti rugi, Fatimah juga digugat untuk pergi dari lahan yang kini dijadikan tempat tinggalnya.

Berdasarkan keterangan anak bungsu Fatimah, Amas (37), tanah seluas 397 meter persegi yang berlokasi di Kampung Kenanga ini awalnya milik Nurhakim. Lalu pada 1987, tanah itu dibeli almarhum ayahnya, Abdurahman, senilai Rp 10 juta. Dia juga memberikan Rp 1 juta untuk Nurhana sebagai warisan.

“Pembayaran tanah itu disaksikan juga oleh kakak-kakak saya. Sertifikat tanahnya sudah dikasih oleh Nurhakim ke bapak. Tapi masih atas nama Nurhakim,” jelas Amas di PN Tangerang, Selasa (23/9).

Menurut Amas, sertifikat tanah itu hingga kini belum dibalik nama karena Nurhakim tidak pernah mau melakukan itu.

“Dia (Almarhum Abdurrahman) nggak mau, dengan alasan masih keluarga, masa sama menantu tidak percaya,” ungkap Amas.

Atas dasar kepercayaan itu, Fatimah mengikuti perintah almarhum Abdurahman. Padahal dia sudah pernah buat surat pernyataan siap balik nama sertifikat tersebut.

Namun beberapa tahun kemudian, setelah Abdurahman meninggal, Nurhakim tiba-tiba menggugat tanah tersebut dengan mengaku tidak pernah dibayar oleh bapak mertuanya. Awalnya dia meminta Fatimah dan anak-anaknya untuk membayar Rp 10 juta, lalu naik menjadi Rp 50 juta. Beberapa bulan terakhir ini malah minta Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar.

“Keluarga sudah melakukan mediasi, tapi dia tetap meminta keluarga untuk membayar tanah itu. Ya tidak mungkin bisa, jumlahnya mahal sekali,” aku Amas.

Perseteruan tersebut terus berlanjut hingga akhirnya pada 2013, Nurhakim dan istrinya, Nurhana, melaporkan Fatimah ke Polres Metro Tangerang dengan tudingan penggelapan sertifikat dan menempati lahan orang tanpa izin.

Ya Allah, semoga Bu Fatimah tabah menghadapi cobaan ini. Dan semoga anak dan menantunya diberikan hidayah agar tidak melakukan hal tersebut. Padahal kasih ibu itu sepanjang masa dan tidak pernah mengharapkan apapun.

Saran aja buat kita semua, jika sudah membeli tanah hendaknya nama pemilik tanah langsung dibalik nama atas nama kita agar dikemudian hari tidak menimbulkan sengketa seperti ini.

Baca juga artikel lainnya:
[archives limit=7]

Ditulis oleh Alfido
Email: alfido@ymail.com
Google+: +Alfido Listiawan
Instagram: @alfido
Twitter: @alfido30

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*