"Bayo Gale: Banyak seniman di Jogja, kenapa tidak dilibatkan dalam pembuatan Logo Jogja?"

image

Alfido.com | News – Hai gan.. Bayo Gale atau Bayu Santoso sang pemenang Cover Album Maroon 5 akhirnya angkat bicara tentang logo baru Jogja (Togua) senilai 1,5 Milliar itu. Menurutnya, Logo terbaru Jogja tidak mencirikhaskan Kota Jogja sepenuhnya, dan terkesan asal-asalan.


Bayo Gale yang merupakan mahasiswa institut seni Jogja ini menyayangkan sikap pemerintah daerah Yogyakarta yang tidak melibatkan para seniman di Jogja padahal banyak seniman berbakat dilahirkan di Kota Gudeg tersebut.

Para mahasiswa Jogja yang berasal dari luar daerah juga pengen membangun Kota Pelajar yang kaya akan sejarah seperti Jogja. Dan biaya 1,5 Milliar dalam pembuatan logo itu dinilai “keblablasan” dan terlalu menghambur-hamburkan uang.

image

Warga Jogja kecewa atas pembuatan logo tersebut, dan Bayo Gale sendiri mengatakan kalo dirinya lebih suka Logo Jogja yang lama yang lebih “Nyogjo” daripada logo baru yang kaku.

Menurut info yang beredar, Slogan Jogja yang berbunyi “Never Ending Asia” juga diganti menjadi “The Living Harmony” dan malah terkesan mirip slogan perumahan-perumahan di Pulau Jakarta.

Logo lama:

image

(rencana) Logo Baru:

image

Semoga saja pemerintah Jogja sadar akan hal ini. Lha wong rakyatnya aja nggak mempermasalahkan logo, kenapa harus digonta-ganti. Bener-bener pemborosan Biaya!!!

Baca juga artikel lainnya:
[archives limit=10]

Ditulis oleh Alfido
Email: admin@alfido.com
Google+: +Alfido Listiawan
Instagram: @alfido
Twitter: @alfido30

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*