Film "Senyap" kental akan paham Komunis kenapa boleh ditayangkan di seluruh Indonesia?

image

Alfido.com | Film – Hai gan.. beredarnya Film berjudul Senyap atau The Look of Silence membuat bangsa ini menjadi semakin aneh saja. Film yang kental akan paham komunis (PKI) tersebut dibiarkan beredar di 457 Kota di Indonesia secara serentak di Hari Hak Asasi Manusia kemarin hingga 3 hari kedepan. Sasaran penontonnya pun para Mahasiswa di Kampus-Kampus seluruh tanah air.

Film yang berlatar pembantaian PKI di Tahun 1965 menceritakan tentang seorang bocah berdarah PKI yang ingin membalas dendam ke pembunuh keluarganya.

Hal ini tentu bertentangan dengan pemerintah kita yang denga terang-terangan melarang semua praktek komunisme dimanapun berada. Apa sekarang pemerintah telah melunak kepada para Komunis?

image
Hadi Rukun & Joshua Oppenheiner

Film Senyap pun sempat dicekal di daerah malang karena tak mengantongi ijin resmi penyewaan tempat, serta isi film tersebut yang berbasis Komunisme yang sangat kental. Film yang merupakan kelanjutan Film The Act of Killing karangan Joshua Oppenheiner ini masih akan diputar di beberapa daerah lain dari Aceh hingga Papua.

image
Film Senyap di Malang dihentikan

Si pemilik cerita original Film Senyap ini pun sekarang mengamankan dirinya keluar negeri untuk mengetes terlebih dahulu apa reaksi rakyat dan pemerintah tentang beredarnya film komunis tersebut.

Komandan Kodim 0833/Bhaladika Jaya Letnan Kolonel Gunawan Wijaya yang mencekal Film Senyap di Malang mengaku belum pernah menonton film Senyap dan The Act of Killing . Namun ia mengatakan telah memperoleh informasi mengenai materi film tersebut.

“Paham komunis tak boleh hidup di negara ini. Saya tidak membenci garis keturunannya,” kata Gunawan.

Benarkah pemerintah telah lupa dengan para korban kekejaman PKI?

Baca juga artikel lainnya:
[archives limit=10]

Ditulis oleh Alfido
Email: admin@alfido.com
Google+: +Alfido Listiawan
Instagram: @alfido
Twitter: @AlfiNews

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*