Narkoba jenis LSD (lysergic acid diethylamide) Dipakai Christopher saat Kejadian Kecelakaan Maut Arteri Pondok Indah

image

Alfido.com | News – Hai gan.. Kasus Tabrakan maut di Jalur Arteri Pondok Indah kemarin malam akhirnya menemukan titik terang. Sang tersangka yang bernama Christopher Daniel Sjarif (23) ternyata memang menggunakan Narkoba saat kejadian berlangsung. Tersangka menggunakan Narkoba berjenis LSD (lysergic acid diethylamide).

image

LSD ditemukan polisi setelah keberadaannya hampir 23 tahun tidak lagi ditemukan di Indonesia. Penemuan LSD ini berawal dari pengungkapan kasus di Lapas Cipinang dengan tersangka HM (41). Dia mendapat empat lembar LSD dari seorang buronan berinisal ET.

LSD merupakan narkoba berbentuk kertas, yang digunakan pemakai dengan cara dimasukkan ke dalam mulut, lalu mencair dan menimbulkan efek seperti penggunaan narkoba umumnya.

image

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Arman Depari, Senin (11/11/2013), menuturkan bahwa LSD pernah berada di Indonesia pada 1990.

Sekilas dari wujudnya, LSD tampak tidak berbahaya karena hanya berbentuk kertas. Namun, kata Arman, efek yang ditimbulkan sama berbahaya dengan narkoba jenis lainnya. “LSD bentuknya hanya berupa kertas. Tetapi, ini golongan narkoba yang cukup berbahaya,” kata Arman.

LSD berbentuk lembar persegi berukuran sekitar 10 x 10 cm dengan isi sekitar 100 potongan kecil yang dapat disobek untuk digunakan.

Reaksi yang muncul, kata dia, sama dengan narkotika lainnya, yakni menyebabkan pengguna mengalami depresi dan juga halusinasi, euforia, dan juga kecanduan.

Barang haram itu, sebut Arman, memiliki nama lain, yakni Smile. “Pada kertas LSD, ada gambar naga terbang. Banyak beredar di Eropa dan Amerika,” ujarnya.

Baca juga artikel lainnya:
[archives limit=5]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*