“Ibu Kita ‘Bukan’ Kartini, tapi Cut Nyak Dien..”

image

Alfido.com | News – Hai gan.. Tanggal 21 April 2015 besok semua warga Indonesia akan memperingati sebuah hari yang bernama Hari Kartini yang juga merupakan Hari Emansipasi Wanita di tanah air kita tercinta ini. Tapi banyak kejanggalan yang terlihat disini, ketika negara kita mempunya banyak pahlawan Wanita yang rela berjuang bagi bangsa dan negara, kenapa harus memakai nama Hari Kartini?


Selain Kartini, Nusantara kita mempunyai sejumlah pahlawan yang ikut membantu kemerdekaan bangsa kita tercinta seperti Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Dewi Sartika, dan Martha Christina Tiahahu. Mereka semua berjuang tumpah darah melawan penjajah dengan darah dan keringat bercucuran. Lalu apa yang dilakukan Kartini sehingga layak diperingati sebagai sebuah hari?

“Kartini” sendiri adalah sesosok wanita yang bertukar pikiran lewat surat menyurat dengan lelaki nan jauh di Belanda sana, ketika di sisinya ada suami yang harusnya cukup untuk diajak bertukar pikiran. Dan tiba-tiba nama wanita tersebut dijadikan sebagai nama pahlawan. Padahal Kartini tidak pernah berjuang melawan penjajah lewat kucuran keringat dan darah perjuangan.

Sementara itu, para Pahlawan lainnya lebih cocok disebut sebagai Pahlawan Emansipasi Wanita Nusantara karena jasa-jasanya berani melawan penjajah walaupun mereka hanyalah seorang wanita.

Jika kita mau menengok lebih jauh kedalam sejarah, kita akan semakin meyakini kalo Kartini bukanlah Pahlawan Wanita sesungguhnya.. Tidak ada wanita yang ingin menjadi seperti Kartini yang surat menyurat dengan Pria lain ketika sang suami ada disampingnya untuk bertukar pikiran demi memajukan bangsa.

Selamat Hari Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Dewi Sartika, Christina Martha Tiahahu, dan Selamat Hari Pahlawan Wanita Nusantara..

1 Komentar

  1. Apakah Rosa Abendanon itu seorang lelaki? Rosa Abendanon adalah perempuan Belanda yang menjadi sahabat Kartini.
    Yang membukukan memang adalah Jacques Henrij Abendanon, tapi beliau berkorespondensi hanya dengan Rosa Abendanon.
    Pelajari lagi sejarah, sebelum menulis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*