Nih, Alasan Mary Jane sang terpidana mati tidak boleh dieksekusi

image

Alfido.com | News – Hai gan.. Mary Jane salah satu nama yang masuk dalam daftar 10 orang yang hendak dieksekusi di Lapas Nusakambangan terus mendapatkan dukungan dari Komnas Perempuan dan Buruh Migran Indonesia. Wanita yang berasal dari Filipina tersebut sangat disayangkan masuk dalam daftar eksekusi mati karena sebenernya dia hanyalah korban human traffiking.

Pihak Komnas Perempuan pun akhirnya melayangkan surat bernomor 04/KNAKTP-Pimpinan/IV/2015 kepada Jokowi agar mata Jokowi bisa terbuka dan mau melihat kejadian yang sebenernya.

Dan berdasarkan data penelitian langsung dari Woman Crisis Center, Mary Jane terbukti bukan pengedar narkoba, melainkan seorang PRT yang dijebak dalam kasus Human Traffiking atau penjualan manusia.

Mary Jane sendiri adalah pekerja migran atau buruh migran asal Filipina dan sejak usia 14 tahun, Mary Jane bekerja sebagai pekerja rumah tangga di tahun 2009 dan bekerja sebagai Pembantu di Kota Dubai.

Setelah dari Dubai, Mary Jane nekat ikut dengan temannya sebagai pekerja migran ilegal di Malaysia. Dan di tahun 2010 tiba-tiba Mary Jane disuruh pindah ke Jogjakarta tanpa alasan yang jelas.

Ketika hendak pindah ke Jogja, ternyata barang-barang Mary Jane telah diisi Narkoba seberat 2,6 Kg didalam tasnya tanpa sepengetahuan Mary Jane sendiri. Dengan tanpa ada rasa khawatir, Mary Jane pun akhirnya terbang ke Indonesia. Ketika di tiba di Bandara tanggal 25 April 2010, Mary Jane langsung ditangkap karena membawa Narkoba sebesar 2,6 Kg dan diberi vonis hukuman mati.

Atas kasus panjang Mary Jane tersebut, pihak Komnas Perempuan pun meminta kepada Jokowi agar menunda hukuman mati kepada Mary Jane hingga kasus Human Traffiking yang mencatut nama Mary Jane tersebut diusut secara tuntas.

source: tempo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*