“Sejak Budi Gunawan dilantik, Novel Baswedan, Samad, dan BW dibabat habis..”

image

Alfido.com | News – Hai gan.. Aura “Kriminalisasi” tercium kental dalam penangkapan orang-orang KPK dalam beberapa hari terakhir ini. Bambang Widjojanto beberapa waktu lalu ditangkap dan dibebaskan, disusul Abraham Samad, dan yang terakhir kali ini Novel Baswedan yang tiba-tiba dijemput paksa oleh Bareskrim Polri ketika sedang beristirahat.


Sejak Budi Gunawan dilantik menjadi Wakapolri di ruang yang “sempit” beberapa waktu yang lalu, orang KPK dibabat habis satu persatu tanpa ampun. Bahkan Kapolri Badrodin Haiti pun sempat tidak tau ketika penangkapan BW dan Samad dilakukan.

Begitu cepatnya proses penangkapan orang-orang KPK tersebut seperti berisi pesan tersendiri bagi pihak KPK. Sayangnya kasus yang menimpa Budi Gunawan juga telah hangus tak berbekas ketika diserahkan ke Polri oleh Jaksa Agung bulan lalu.

Dalam sebuah surat penangkapan bernomor SP.KAP/19/IV/2015/DITTIPIDUM tanggal 24 April 2015 novel Baswedan ditangkap dengan alasan:

“Dibawa ke kantor polisi untuk segera dilakukan pemeriksaan karena diduga keras melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan atau seorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memeras pengakuan, maupun untuk mendapat keterangan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat 2 KUHP, atau pasal 422 KUHP, Jopasal 52 KUHP, yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu, 18 Februari 2004”

Plt KPK Johan Budi mengatakan kalo dirinya akan langsung menghubungi Kapolri Badrodin Haiti atas pengangkapan Novel Baswedan di Jum’at keramat ini.

Sang Pelapor Novel Baswedan tertulis nama Yogi Hariyanto. Dan surat perintah penangkapan Novel tersebut ditandatangani oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Herry Prastowo.

Malam ini pengacara Novel Baswedan dan pihak KPK langsung menuju Bareskrim Polri untuk mengevaluasi kasus penangkapan tersebut.


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*