Nih, isi Revisi BPJS Ketenagakerjaan yang Baru

Alfido.com | News – Hai gan.. Pemerintah akhirnya bagaikan ‘Pahlawan Kesiangan’ yang tiba-tiba merevisi Kebijakan Baru BPJS Ketenagakerjaan yang telah diprotes jutaan pekerja di Tanah Air.. Akhirnya Kebijakan tersebut direvisi agar para buruh & karyawan tidak memprotes lagi.. Hmm, Bikin Peraturan kok coba-coba 🙂


Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya diundang langsung oleh Joko untuk segera merevisi Kebijakan tersebut. Menurut Joko, rakyat Indonesia belum dewasa sehingga tidak bisa menerima kebijakan BPJS Ketenagakerjaan yang baru.

image

Berikut isi revisi Kebijakan Baru BPJS Ketenagakerjaan:

“Bagi peserta yang kena PHK atau tidak lagi bekerja, satu bulan kemudian bisa ambil JHT. Itu arahan Presiden, konsekuensinya ada revisi terhadap PP,” kata Menteri Hanif setelah bertemu Joko.

Intinya untuk Pekerja Kontrak yang telah habis masa kerjanya dan juga Pekerja yang resign dari tempat kerja bisa mengambil langsung uang Saldo JHT (Jaminan Hari Tua) sebulan setelah tanggal resign atau penghentian kontrak kerja.

Namun untuk para pekerja yang masih bekerja di suatu perusahaan atau pabrik, maka Kebijakan pengambilan minimal 10 tahun masih berlaku.

Tidak disebutkan apakah Pekerja dan Buruh yang habis kontrak & Resign bisa mengambil penuh uang Saldo JHT nya atau cuma 10%.

Kebijakan ini juga belum diaplikasikan langsung ke BPJS Ketenagakerjaan dan katanya “revisi PP tersebut secepatnya akan dilakukan.” Jadi sampai sekarang kita hanya tinggal menunggu waktu, mengawasi, dan mengawal kebijakan baru tersebut agar tidak dipermainkan lagi oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab.

🙂