Ini Isi Surat Pelarangan Sholat Ied dan Jilbab oleh Teroris GIDI

Alfido.com | News – Hai gan.. Sebuah Surat pelarangan kegiatan Sholat Ied dan pemakaian Jilbab juga terjadi di Tolikara Papua sebelum terjadi insiden pembakaran Mushola hari ini. Surat tersebut melarang semua muslim di Tolikara melakukan kegiatan agama. 🙁

Berikut penampakan surat tersebut:

image

Isinya:

GEREJA INJIL DI INDONESIA (GIDI)
BADAN PEKERJA WILAYAH TOLI

Kepada Yth: Umat Islam Se-Kabupaten Tolikara

Badan Pekerja Wilatah Toli (BPWT) Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) memberitahukan bahwa pada tanggal 13-19 Juli 2015 ada kegiatan Seminar dan KKR Pemuda GIDI tingkat Internasional.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut kami memberitahukan bahwa:
1. Acara membuka lebaran (Idul Fitri –red) tanggal 17 Juli 2015, kami tidak mengijinkan dilakukan di Wilayah Kabupaten Tolikara (Karubaga)
2. Boleh merayakan hari raya di luar Kabupaten Tolikara
3. Dilarang Kaum Muslimat memakai pakain Yilbab (jilbab –red)

Demikian pemberitahuan kami dan atas perhatiannya kami mengucapkan banyak terima kasih.

Karubaga, 11 Juli 2015

KETUA WILAYA TOLI: Pdt. Nayus Wenea, S.Th
SEKRETARIS: PDt. Marthen Jingga, S.Th.MA

Dan berikut ringkasan kejadian pembakaran Mushola di Tolikara, Papua:

image

– Saat Umat Islam di Tolikara Papua menjalankan sholat Idul Fitri, tiba-tiba massa melempari jamaah saat Takbir ke-7 lalu masjid dibakar.

– Masjid diserbu dan dibakar orang-orang dari distrik.

– Massa yang disebut dari GIDI Papua (Gereje Injil Di Indonesia) menyerbu dan membakar masjid karena hari ini (Idul Fitri) mereka juga punya acara.

– Sehari sebelumnya GIDI sudah layangkan SURAT PERINGATAN agara Umat Islam TIDAK TAKBIRAN DAN TIDAK MENJALANKAN SHOLAT IED.

– Muslim dilarang Sholat Ied karena kata mereka hari ini adalah Harinya Yesus. Ada misionaris Luar Negeri juga disana untuk adakan acara GIDI hari ini.

– Setelah masjid dibakar, merembet ke rumah dan kios-kios pasar milik umat Islam. Barang-barang dijarah.

– 10 orang terkena luka bakar.

– Saat ini Umat Islam diungsikan

Semoga umat muslim di Papua mendapatkan haknya untuk beribadah secara damai dan tentram..