Teori Konspirasi Dibalik Julukan “Cirebon Kota Tilang”

Alfido.com, News – Hai gan, hingga detik ini masih banyak masyarakat yang penasaran dengan fenomena “Polisi Cirebon” dan “Cirebon Kota Tilang” yang beredar di dunia maya. Banyak yang masih heran kenapa Cirebon disebut Kota Tilang? Kenapa bukan Kota Intan atau Kota Udang seperti biasanya?


Penyematan julukan “Cirebon Kota Tilang” bukanlah tanpa alasan. Jujur sudah sejak lama banyak masyarakat yang muak dengan perilaku para Polisi Cirebon yang menilang secara semena-mena dan sembarangan.

image
Banyak temen-temen yang telah bercerita ke Alfido.com tentang pengalaman tilang mereka di Kota Cirebon. Termasuk admin Alfido.com juga pernah menjadi korbannya.

Berikut beberapa alasan konyol para Polisi Cirebon untuk menilang kita.. (Sudah dibuktikan dengan fakta di lapangan)

1. Membawa Tas Didepan Badan.

  • Alasan tilang: Mengganggu konsentrasi.
  • Pajak tilang: Rp 250.000 atau SIM & STNK ditahan.

2. Menaruh barang (kardus dan tas) di dek depan motor Matic.

  • Alasan tilang: Menganggu konsentrasi di jalan dan over muatan.
  • Pajak tilang: Rp 250.000 atau SIM & STNK ditahan.
Salah satu bukti.

3. Berjalan di sisi kanan jalan (Walaupun sisi kiri penuh & macet tetap tidak boleh lewat sisi kanan)

  • Alasan tilang: Motor harus di sisi kiri jalan.
  • Pajak tilang: Rp 250.000 atau Nego ditempat.

4. Mobil penumpang membawa barang.

  • Alasan tilang: Mobil penumpang tidak boleh membawa barang walaupun hanya sebuah kardus.
  • Pajak tilang: Biasanya lebih dari  Rp 500.000.

5. Makan di Warteg.

  • Alasan tilang: Tadi waktu belok mampir ke Warteg tidak kasih sein.
  • Pajak tilang: Sekitar Rp 250.000.

6. Plat Nomor tertekuk.

  • Alasan tilang: Pokoknya Plat Nomer nggak boleh nekuk.
  • Pajak Tilang: antara Rp 100.000 – Rp 250.000.

7. Spion tidak standar pabrik.

  • Alasan tilang: Spion itu wajib standar.
  • Pajak Tilang: Rp 100.000an.

8. Lampu Motor berwarna Putih (Walaupun Bawaan Pabrik tetap ditilang)

  • Alasan tilang: Silau, Tidak sesuai UUD lalu lintas, Polkis tidak menerima alasan “Motor bawaan pabrik”
  • Pajak Tilang: Rp 250.000.

9. Lampu motor nyala sebelah (Biasanya motor Ninja, R15, CBR, dan sejenisnya)

  • Alasan tilang: Kurang terang, tidak standart.
  • Pajak Tilang: Rp 250.000 (Kadang lebih)

10. Ban motor terlalu besar.

  • Alasan tilang: tidak standar.
  • Pajak tilang: Rp 250.000 (Kadang Rp 100.000)

11. Mobil wajib “ngemel” (Bayar uang untuk lewat)

  • Alasan: Pokok’e wajib.
  • Pajak ngemel: (Tergantung Nego ditempat)

Sebenarnya masih banyak lagi kasus-kasus tilang lain yang alasannya sangat absurd dan tidak jelas. Ada temen-temen yang mau nambahin?? 🙂

Berikut beberapa bukti pengalaman masyarakat yang pernah ketilang di Kota Cirebon: (Klik gambar untuk memperbesar)

Posisi Kota Cirebon yang sangat strategis berada di tengah-tengah Pantura memang menjadi ladang rejeki “haram” bagi para Polisi nakal. Banyak yang memanfaatkan lokasi Cirebon yang strategis agar bisa mengeruk uang “tilang” dari kendaraan luar kota.

Sebenarnya praktek tilang ini telah lama ada dan seperti dibiarkan begitu saja oleh pihak Kepolisian. Yuk kita berdoa agar Polisi-Polisi nakal di Kota Tilang, maksud kami di Kota Cirebon segera sadar akan perbuatannya.

Ada yang mau share pengalaman ketilang di Kota Cirebon? 🙂

Oiya, jangan lupa baca juga artikel ini ya gan:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*