Penembakan di Orlando, 50 LGBT Tewas dan 53 Lainnya Terluka

Alfido.com – Penembakan di Orlando Amerika Serikat kemarin merupakan penembakan terparah sepanjang abad di Negeri Paman Sam tersebut. Penembakan yang membunuh 50 orang di Klub Gay di Jantung Kota Orlando tersebut juga melukai 53 orang lainnya. Sang tersangka penembakan pun langsung dilumpuhkan di lokasi. Dan sekali lagi, ISIS menjadi nama yang disorot atas penembakan di Klub Gay terpanas di Orlando tersebut.

Penembakan di Orlando
Penembakan di Orlando

Penembakan yang terjadi saat Klub Gay tersebut mengadakan pesta besar-besaran membuat Polisi berpikir kalau sang tersangka yang bernama Omar Marteen sudah merencanakan aksi tersebut jauh-jauh hari dan sangat rapi.

Omar Marteen yang tinggal 120 Mil dari Orlando pernah diinterogasi FBI di tahun 2013 dan 2014 lalu namun tidak ada hal mencurigakan darinya,  Omar langsung memasuki ruangan Klub Gay di Orlando itu dengan membawa beberapa senapan dan langsung menembakkannya secara membabi buta. Banyak yang langsung tewas di tempat akibat terjangan peluru dari Omar.

Omar sendiri langsung dilumpuhkan oleh Polisi dengan Granat dan beberapa senapan khusus 3 jam setelah kejadian berlangsung. Peristiwa sempat tegang ketika para korban yang didominasi kaum LGBT itu terjebak didalam suasana penembakan dan tidak bisa keluar.

Penembakan di Orlando
Penembakan di Orlando
Penembakan di Orlando
Penembakan di Orlando

Penembakan di Orlando ini kembali membuat posisi umat muslim yang tadinya sedang naik ketika kematian Muhammad Ali beberapa hari yang lalu tiba-tiba harus drop imagenya karena penembakan di Klub Gay tersebut. Bahkan secara terang-terangan Presiden Amerika Barack Obama membela kaum LGBT tersebut dalam pidato terakhirnya tepat setelah peristiwa tersebut terjadi.

Hingga kini penembakan tersebut masih diusut oleh kepolisian setempat karena kemungkinan besar akan ada penembakan susulan. Penembakan di Orlando ini kembali membuat umat muslim di Amerika semakin resah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*