3 Bisnis Omset Besar Saat Pandemi

Sejak awal Februari 2020 kita semua disibukkan dengan pandemi Covid-19 yang membuat banyak masyarakat menjadi korban. Banyak yang kehilangan pekerjaan, kehilangan mata pencaharian, dan kehilangan keluarga karena penyakit tersebut.

Banyak karyawan yang di PHK karena perusahaan tempat bekerja tidak bisa lagi memenuhi gaji. Itu semua terjadi karena perputaran ekonomi menjadi melambat drastis sejak pandemi muncul ke permukaan.

Para pedagang kecil juga banyak yang kehilangan pelanggan karena para pembeli lebih fokus menghadapi pandemi. Banyak stok masker dan oksigen yang habis ketika pandemi memuncak.

Tapi kita tidak boleh menyerah dan harus terus memperjuangkan hidup ini demi anak cucu kita nanti. Berikut 5 bisnis dengan omset besar saat pandemi :

1. Sayur Delivery

Penjualan Sayur saat pandemi meningkat drastis karena masyarakat ingin hidup lebih sehat lagi. Tetapi karena banyaknya masyarakat yang takut berpergian kemana-mana, maka bisnis Sayur Delivery bisa menjadi salah satu pilihan.

Target utama bisnis Sayur Delivery ini sebagian besar adalah masyarakat perumahan yang bekerja dari pagi hingga malam. Serta ibu-ibu yang nggak mau meninggalkan anaknya di rumah karena kesibukan.

Kita bisa mengambil profit dari harga sayur yang sangat murah di pasar. Selain itu, ongkir atau ongkos kirim yang dikenakan ke pelanggan juga bisa menjadi sumber pendapatan kita.

Resiko terbesar bisnis ini yaitu jika permintaan terlampau tinggi dan kita keteteran dalam mengirim sayur ke pelanggan. Selain itu, Sayur yang dikirim juga harus dalam keadaan fresh atau segar agar pelanggan tidak kecewa.

Omset bisnis Sayur Delivery bisa mencapai 1 juta hingga 2 juta perhari saat ramai. Jam kerjanya pun fleksibel bisa dari pagi buta, hingga malam hari menjelang tengah malam. Modal yang diperlukan minimal adalah motor untuk pengiriman, freezer untuk menjaga sayur tetap segar, dan packaging sayur saat pengiriman supaya tetap fresh.

2. Angkringan pagi, siang, malam

Angkringan sangat identik dengan malam hari. Tetapi saat ini, masyarakat cenderung lebih memilih membeli makanan di Angkringan karena lebih murah daripada di Warung Makan pada umumnya.

Harga makanan di angkringan memang sangat murah. Mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per porsi sudah membuat pembeli kenyang. Selain itu, minuman es teh, es kopi, dan sejenisnya bisa menjadi sumber pemasukan besar karena akan selalu dibeli oleh pelanggan kita.

Angkringan yang buka dari jam 8 pagi hingga sore, lalu lanjut hingga malam hari tentunya membuat pelanggan lebih nyaman untuk mencari makan.

Sasaran target Angkringan ini menyasar pembeli rumah tangga yang malas masak, sales-sales, karyawan koperasi, pekerja harian, pedagang pasar, polisi, dan masih banyak lagi.

Modal utama yang dibutuhkan tentunya adalah tempat. Selain itu, kita bisa mencari suppliyer makanan angkringan dengan bekerja sama dengan teman atau saudara yang bisa membuatnya.

Resiko utama di bisnis ini yaitu harus mempunyai modal awal yang cukup. Selain itu resiko seperti jatah preman di tempat kita berjualan, sewa tempat, dan lain-lain bisa kita hadapi sejalan dengan pendapatan yang kita dapat tiap harinya.

Tips utama berjualan angkringan terletak pada penjualnya yang secara aktif melayani pembeli dengan canda-an dan keramahan sehingga pembeli bisa betah dan rajin mampir ke tempat kita.

3. Reseller Produk yang Fast Moving

Menjadi Reseller produk yang fast moving atau bergerak cepat bisa menjadi sumber pendapatan besar bagi kita.

Banyak produk fast moving seperti masker, hijab, sembako, bahan makanan pokok, dan lain-lain. Kita bisa mencari suppliyer yang menyediakan barang-barang tersebut di sekitar kita.

Sebaikanya hindari menjadi reseller produk-produk yang slow moving atau lambat terjual seperti gamis, pakaian mahal, dan sejenisnya. Walaupun bisa mendapat untung lumayan tetapi kurang membuat pendapatan kita naik secara drastis.

Modal utama bisnis ini adalah kepercayaan. Selain itu, kita juga harus berjuang mempromosikan produk yang kita jual di berbagai sosial media, marketplace seperti shopee tokopedia bukalapak dll, dan juga berjualan secara offline atau toko.

Resiko menjadi reseller ini sangat minim. Kita tentunya juga wajib menguasai produk yang kita jual sebelum memasarkannya ke pembeli kita. Jangan sampai pembeli kecewa karena kita sebenarnya nggak tahu benefit produk yang kita jual.

Nah, itu dia 3 bisnis omset besar saat pandemi yang bisa kita lakukan sambil menunggu pandemi ini berakhir. Semoga kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan saat berjualan dan berdagang dimanapun dan kapanpun.

Semoga bermanfat

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*